Sejumlah Kelompok Eks 212 Berbalik Arah Dukung Pasangan Jokowi-Ma'ruf Amin
Hal itu salah satunya terjadi pada sebagian kelompok pendukung aksi 212. Sebagian dari mereka kini mulai sadar dan berputar haluan mendukung pemerintahan Presiden Jokowi. Bahkan, mendukung Nawacita dilanjutkan pada periode kedua pemerintahan Presiden Jokowi.
Misalnya, sejumlah orang yang mengatasnamakan 'Eks 212 Kawal KH Ma'ruf Amin' ini. Kelompok yang dipimpin Razman Arief Nasution itu resmi mendukung pasangan nomor urut 01 Joko Widodo-Ma'ruf Amin pada Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019.
Kemudian, Nanang Qosim, salah satu eksponen 212 beberapa waktu lalu juga mendeklarasikan gerakan nasional dukung Jokowi-Amin. Gerakan nasional itu diformulasikan dalam wadah relawan yang disebut Jomin alias Jokowi-Ma'ruf Amin.
Razman membeberkan eks peserta aksi 212 yang bergabung mencapai ratusan orang. Sejumlah tokoh yang tergabung di dalam kelompok relawan itu, di antaranya Imam Anshori, Lukman Edy, Muhammad Kapitra Ampera, Ustaz Kholid Hidayat, Ustaz Kurtubi Al Bantani, Ustaz Sulaeman, hingga Ustaz Sayuti.
Saat ini publik tergiring opini bahwa peserta aksi 212 mendukung pasangan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno. Opini tersebut dibangun oleh oknum Ulama yang tergabung dalam Persaudaraan Alumni 212 melalui Ijtima GNPF Ulama.
Padahal, kalau dirunut sejarahnya, pembentukan GNPF berawal dari upaya mengawal fatwa ulama yang dikeluarkan oleh KH. Ma'ruf Amin. GNPF Ulama seharusnya sudah dibubarkan usai mantan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok dipenjara.
Hal tersebut menjadi kegelisahan bagi Razman dan sejumlah relawan yang tergabung dalam 212. GNPF Ulama saat ini sudah melenceng dari tujuan awalnya dan telah ditunggangi oleh kepentingan politis.
Sekarang, sejumlah eks-212 yang tercerahkan itu bertekad akan memenangkan pasangan Jokowi-Ma'ruf Amin. Mereka ingin kepemimpinan Presiden Jokowi harus berlanjut agar pembanguan nasional, khususnya di wilayah Indonesia Tengah dan Timur semakin bergerak cepat demi pemerataan pembangunan di seluruh Indonesia.

No comments:
Post a Comment