Thursday, 18 October 2018

Relawan Eks 212 Dukung Jokowi-Ma'ruf Amin dan Siap Bersinergi dengan Kelompok Ahokers

    Relawan Eks 212 Dukung Jokowi-Ma'ruf Amin dan Siap Bersinergi dengan Kelompok Ahokers


Sejumlah eks aktivis 212 mendeklarasikan dukungan kepada pasangan capres dan cawapres, Jokowi-Ma'ruf Amin. Mereka kini membentuk kelompok relawan bernama "Eks 212 Kawal KH Ma'ruf Amin".

Adapun alasan deklarasi dukungan tersebut adalah untuk menangkis wacana seolah alumni 212 memiliki sikap yang tunggal yakni mendukung Prabowo-Sandi. Padahal, dukungan itu sebatas dari kelompok Persaudaraan Alumni (PA) 212.

Sedangkan, kelompok pendukung Jokowi-JK ini menilai dukungan eks 212 kepada Prabowo-Sandi itu lepas dari konteksnya. Ia juga mempertanyakan alasan dukungan tersebut.

Karena sebagaimana yang diketahui, Gerakan 212 muncul setelah keluar fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) yang dipimpin oleh Ma'ruf Amin, terkait pernyataan Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok tentang Al-Maidah 51.

Gerakan Nasional Pengawal Fatwa Ulama (GNPF-U) saat itu berkomitmen mengawal fatwa yang dikeluarkan Ma'ruf Amin. Maka itu, Razman dan rekan-rekannya mempertanyakan mengapa GNPF kini malah berpaling dari KH. Ma'ruf Amin.

Untuk memperjuangkan kemenangan pasangan Jokowi-Ma'ruf Amin, kelompok relawan "Eks 212 Kawal KH Ma'ruf Amin" siap bekerjasama dengan siapapun, termasuk Ahokers untuk memenangkan Jokowi-Ma'ruf. Dua kelompok yang sempat berseberangan dalam Pilkada DKI Jakarta ini siap bersatu untuk mewujudkan Indonesia yang lebih baik.

Pentolan relawan tersebut, Razman Arif Nasution dan Kapitra Ampera, menyatakan jika kelompoknya bersedia bersinergi dengan pendukung Ahok. Mereka tak menyimpan dendam kepada pendukung Ahok atau Ahokers.

Pasangan Jokowi-Ma'ruf Amin merupakan pasangan nasionali-relijius yang cocok untuk Indonesia. Pasangan ini bisa memberikan kesejukan dan meredakan ketegangan dari kelompok-kelompok yang selama ini berseberangan.

Kita mendukung upaya untuk mempersatukan kembali kelompok-kelompok yang telah tersegregasi karena politik. Sebab, di atas kontestasi politik itu ada agenda persatuan Indonesia yang lebih penting. Kita sebagai sesama anak bangsa tak perlu saling memusuhi karena kompetisi politik.

No comments:

Post a Comment