Tuesday, 9 April 2019

Jangan Ada Marah dan Benci di Pemilu, Jokowi Ajak Gembira dan Optimis

Jangan Ada Marah dan Benci di Pemilu, Jokowi Ajak Gembira dan Optimis


Bila diamati, ada perbedaan yang mendasar dari para kandidat di Pilpres 2019 ini. Salah satunya soal cara pandang terkait Indonesia ke depan. 

Calon presiden nomor urut 01 Joko Widodo menyatakan pemilihan umum adalah pesta demokrasi yang harus diisi dengan kegembiraan. Bukan aksi menakuti masyarakat atau narasi pesimisme.

"Kita harus gembira karena pesta demokrasi adalah pesta kegembiraan. Siapa setuju pesta demokrasi adalah kegembiraan? Jadi pesta demokrasi adalah kegembiraan. Jangan sampai ada yang menakut-nakuti, ada yang pesimis, jangan sampai ada yang suka marah-marah. Betul?" begitu kata Jokowi saat berkampanye di Stadion Singaperbangsa, Kabupaten Karawang, Jawa Barat, Selasa (9/4/1019).

Optimisme dan gembira adalah kata kunci utama dari kampanye Jokowi selama ini. Ia selalu mengajak masyarakat untuk berpolitik dengan gembira dan berpikiran positif menatap masa depan Indonesia. 

Berbeda dengan pesaingnya yang gemar mengeksploitasi ketakutan, kemarahan dan narasi pesimis. Apalagi memakai kata-kata kasar dan menggebrak meja saat kampanye. 

Dengan cara pandang yang positif seperti itu, Jokowi mengajak kepada para pendukungnya untuk datang ke Tempat Pemungutan Suara (TPS) dan menggunakan hak pilihnya pada 17 APril 2019. Tak lupa, datang ke TPS dengan menggunakan baju putih.

Memakai baju putih itu melambangkan kesederhanaan, maka pastinya masyarakat akan memilih kandidat yang sederhana pula, yaitu yang memakai pakaian putih dan bernomor SATU, Jokowi-Maruf Amin. 

Mari kita isi waktu sisa kampanye ini dengan hati yang lapang dan gembira. Tak perlu menebar fitnah dan hoaks hanya demi memenangkan kandidat pilihannya. 

Cara pandang yang optimis dan gembira menunjukan isi kepala yang positif. Dan itu melekat pada diri Jokowi serta pendukungnya.

No comments:

Post a Comment