Hoaks Gaya Baru, Hasil Survei dari Lembaga Abal-Abal Menangkan Prabowo-Sandi
Baru-baru ini, lembaga survei asing dikabarkan memenangkan pasangan calon 02 Prabowo-Sandi. Adalah, Sustain Polling and Research, yang melakukan survei menjelang Pilpres 2019 ini.
Menurut lembaga tersebut, jika pilpres berlangsung hari ini, 46 persen responden memilih Prabowo-Sandiaga, 5 persen responden mungkin memilih Prabowo-Sandiaga, 31 persen pasti memilih Jokowi-Ma'ruf Amin, 5 persen mungkin memilih Jokowi-Ma'ruf, dan sisanya 13 persen undecided voters.
Survei itu dijelaskan oleh Waketum Gerindra, Sugiyono di The Darmawangsa, Jalan Brawijaya Raya, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Senin (8/4/2019). Namun diduga banyak kejanggalan di dalamnya.
Pertama, meski mengklaim sebagai lembaga survei asing yang berkantor di Amerika Serikat, ternyata mesin pencari google tak menemukan satu pun jejak digitalnya. Kata "Sustain Polling and Research" tersebut bila diketik di google tak ada sama sekali.
Hal ini membuat kredibilitas lembaga itu diragukan. Masa lembaga survei asing yang katanya kredibel tidak memiliki website resmi? Atau juga rilis, dan/atau, jejak digital di media?
Selain itu, juga ada beberapa kejanggalan lain, seperti tak ada rilis resmi hasil survei yang berasal dari lembaga asing tersebut. Bila dicari, maka yang muncul adalah laman "Strategic Assesment".
Parahnya, artikel yang memuat survei tersebut memiliki tipikal judul yang ditulis secara kapital semua. Tak lazim digunakan dalam penulisan jurnalisme online.
Hal tersebut diperkuat dengan nama penulis “voler joergen” yang setelah ditelusuri lebih lanjut merupakan anonim khas para buzzer.
Bila diamati lagi, pemilihan nama “Strategic Assessment” mengarah pada media Prabowo, seperti halnya dulu “Independet Observer” yang digawangi oleh partai Gerindra dan dibiayai Prabowo.
Kemudian, bila memang survei itu resmi dan kredibel, mengapa tak ada tokoh dari lembaga survei tersebut yang memvalidasi kebenaran data maupun menjelaskan lembaga surveinya? Ini juga menjadi kejanggalan yang tak lazim di dunia survei.
Kemudian, lembaga survei asing tersebut tak memiliki alamat email dan tidak sinkron dalam penggunaan alamat yang mengaku di California namun menggunakan kode nomor telepon area di New Jersey.
Dan lucunya lagi, lembaga survei asing yang diklaim tersebut menggunakan blog citizen journalism dari Kompasiana.com milik media Indonesia Kompas. Kemudian hasil surveinya juga disebarkan oleh website abal-abal khas pendukung oposisi.
Memperhatikan seluruh tanda-tanda di atas, dapat dikatakan bahwa lembaga survei asing yang bernama "Sustain Polling and Research" itu adalah abal-abal. Termasuk hasil surveinya yang tak bisa dipercaya.
Kemunculan hoaks dengan modus hasil survei ini ditengarai sebagai upaya untuk membentuk opini baru atas pemberitaan dari berbagai media mainstream, dimana hampir semua survei cenderung menghasilkan kemenangan bagi kubu petahana.
Karena kubu 02 frustasi elektabilitasnya tak kunjung naik, maka mereka ciptakan sendiri lembaga surveinya agar bisa menang. Dan, ambisi tersebut sudah dipenuhi.

No comments:
Post a Comment