Balada Hoaks, HRS Sebut Pemasang Bendera di Rumahnya Intelijen Indonesia
Pasca berita mengenai penangkapan Habib Rizieq Shihab santer di media, Imam Besar FPI itu menggelar konferensi pers untuk membantah dirinya ditangkap oleh otoritas Arab Saudi.
Lewat video yang diunggah akun Youtube Front TV, Jumat (9/11/2018), Habib Rizieq buka-bukaan soal peristiwa yang terjadi di kediamannya di Arab Saudi. Dia bahkan menuduh aparat intelijen sebagai dalang pemasangan bendera tauhid yang identik dengan organisasi Islam radikal di rumahnya.
Menanggapi itu, tentu saja, kita akan berkenyit dahi. Bagaimana mungkin kasus penangkapan yang terjadi di Arab Saudi sana, justru intelijen Indonesia yang disalahkan. Pertanyaannya, sepenting apa sosok HRS hingga aparat intelijen harus menggelar operasi untuk dirinya? Itu sungguh ngawur.
Hal yang sama juga disampaikan oleh Direktur SETARA Institute, Hendardi. Ia menilai anggapan Imam Besar FPI Rizieq Shihab yang menyebut ada rekayasa pemasangan bendera oleh pihak di Indonesia tidak berdasar.
Kecurigaan dan tudingan pengikut HRS atas keterlibatan unsur aparat negara seperti BIN sangat tidak logis dan hanya fantasi saja. Melalui cerita konspiratif yang dikarang HRS itu terbentuk sebuah ilusi, serta cara untuk politisasi kasus, seolah-olah dirinya menjadi korban (playing victim).
Dengan perngakuan blak-blakan di atas, HRS sebenarnya berupaya untuk menjadikan dirinya sebagai tokoh yang ingin diperhitungkan kembali dalam konstelasi politik di Indonesia.
Cara ini juga merupakan usahanya untuk melanggengkan pengaruh pada para pengikutnya, sehingga tetap berada dalam satu barisan dan imamah terhadap dirinya, yang ujungnya adalah untuk kepentingan politik praktis dalam Pilpres 2019.
Kita sebagai publik Indonesia sudah sangat hapal dan paham dengan cara licik HRS berikut pendukungnya yang berupaya memanipulasi penilaian masyarakat. Oleh karena itu, bagi kita, pengakuan HRS di atas tak ada yang istimewa. Memang dirinya sejak dulu mempraktikkan seperti itu.

No comments:
Post a Comment