Lagi, Sandiaga Uno Ditolak STFK St. Paulus NTT
Penolakan masyarakat kembali dirasakan oleh cawapres nomor urut 02, Sandiaga Uno. Kali ini penolakan tersebut datang dari Sekolah Tinggi Filsafat Katolik (STFK) St. Paulus Ledalero, Nusa Tenggara Timur (NTT).
Penolakan terhadap kedatangan Sandiaga Uno ini karena dianggap bermuatan agenda politik dan mengarah pada politisasi kampus. Dan, keputusan STFK St. Paulus Ledalero ini sudah tepat, karena institusi pendidikan bukanlah tempat kampanye.
Hal ini juga selaras dengan instruksi Menristekdikti bahwa kampus harus bebas dari ajang kampanye politik.
Sikap STFK-Ledalero yang menolak kunjungan calon wakil presiden nomor urut 02 Sandiaga Uno ke kampus STFK-Ledalero sudah tepat dengan alasan di atas. Pasalnya, Sandiaga Uno adalah salah satu calon yang berkontestasi.
Sandi harusnya menyadari bahwa kampus itu memang harus bebas dari politik kepentingan. Kampus harus otonom dan tidak dibenarkan para politisi atau calon pemimpin guna menggalang dukungan.
Jadi penolakan STFK St. Paulus Ledalero itu merupakan upaya untuk menghindarkan diri dari tipu muslihat politisi seperti Sandi.
Mereka yang hanya mau memanfaatkan kampus sebagai media politik untuk melegitimasi perjuangan menjadi calon pemimpin. Padahal, dirinya sendiri tak memiliki program dan agenda untuk memajukan pendidikan.

No comments:
Post a Comment