Thursday, 21 March 2019

Ada 30.000 Kalender Kampanye Prabowo-Sandi Berlogo Pemkab Sragen, Tanda Curang?

Ada 30.000 Kalender Kampanye Prabowo-Sandi Berlogo Pemkab Sragen, Tanda Curang?


Sebanyak 30.000 lembar kalender kampanye capres-cawapres nomor urut 2, Prabowo Subianto-Sandiaga Salahuddin Uno yang mencatumkan logo Pemerintah Kabupaten Sragen terlihat bertumpuk di Kantor DPD Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Sragen, Selasa (19/3/2019).

Meski tidak tahu menahu soal beredarnya kalender bergambar Prabowo-Sandi dengan logo Pemkab Sragen itu, namun Tim Pemenangan Prabowo-Sandi Kabupaten Sragen mengakui ada droping ribuan kalender dimaksud beberapa hari sebelumnya.

Dalam kalender itu, ada foto pasangan capres-cawapres nomor urut 2 Prabowo Subianto-Sandiaga Salahuddin Uno pada kalender itu. Di sisi pojok atas sebelah kiri terdapat tulisan Kabupaten Sragen dan logo Pemkab Sragen dengan latar belakang warga gelap.

Atas temuan itu, Sekretaris Daerah (Sekda) Sragen Tatag Prabawanto didampingi Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Sragen Heru Martono melapor ke Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Sragen. Sekda meminta Bawaslu menarik seluruh kalender yang beredar dan agar tidak menimbulkan salah paham di masyarakat. 

Dalam kasus ini, masyarakat harus paham bahwasanya Pemkab Sragen tidak pernah mengeluarkan kalender tersebut karena ASN harus bersikap netral dan tidak mendukung calon tertentu. Ini 

Dengan penemuan ini, strategi curang mulai terlihat. Kubu Paslon 02 rela melakukan apapun untuk menang, termasuk kampanye terselubung dengan mencatut logo Pemkab Sragen dalam kalender kampanye Pilpres, untuk menimbulkan kesan bahwa Pemkab dan masyarakat Sragen mendukung Prabowo-Sandi. 

Namun, ketika ditanya siapa yang membuat, mereka bertindak seolah-olah tidak mengetahui siapa yang mencetak kalender tersebut dan terkesan ingin lepas tangan atau tidak mau disalahkan. Padahal 30.000 kalender itu disimpan di DPD PKS sebelum diedarkan ke masyarakat. 

Oleh karenanya, orang awam pun harusnya sudah bisa menebak siapa pembuatnya. Pastinya tak lepas dari koalisi pengusung pasangan 02 itu sendiri.

Untuk itu, masyarakat sebaiknya tak mudah terpengaruh dengan segala taktik yang merusak independensi ASN tersebut. Jangan mudah tertipu dan diarahkan opininya hanya karena kalender yang murahan. 

Mari awasi agar Pilpres ini dapat berjalan dengan tertib dan sesuai aturan yang berlaku.

No comments:

Post a Comment