Sunday, 2 December 2018

Sebut Korupsi Indonesia Kronis, Prabowo Seolah Lupa Diri

Sebut Korupsi Indonesia Kronis, Prabowo Seolah Lupa Diri


Prabowo Subianto beberapa waktu ini kerap melontarkan pernyataan yang kontroversial. Misalnya, beberapa waktu lalu menyebut Indonesia berpenyakit kronik karena korupsi. Bahkan katanya derajat penyakit ini seperti kanker stadium IV.

Hal itu disampaikan Prabowo kala di di acara The World in 2019 Gala Dinner, Singapura. tentu saja ini merugikan nama baik bangsa Indonesia di mata dunia.

Menanggapi kondisi itu harusnya Prabowo bukan mengumbar keburukan nasional ke hadapan asing. Bagaimanapun, benar atau salah, Indonesia is my country. 

Prabowo akan lebih tepat mengungkapkan upaya pemberantasan korupsi di Indonesia, daripada menjatuhkan negaranya sendiri di hadapan para pemimpin negara lain. 

Padahal, selama 4 tahun memimpin pemerintahan ini, Presiden Jokowi telah menunjukkan sikap anti KKN, yang dibuktikan dengan tidak adanya keterlibatan anak istri Presiden dalam kekuasaan demi mencari keuntungan.

Pendapat seperti itu juga selaras dengan pernyataan Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Agus Rahardjo, yang mengatakan bahwa kondisi korupsi di Indonesia tidak separah penilaian Prabowo jika dibandingkan selepas era Orde Baru.

Pada era Orba Indonesia menjadi negara terburuk di Asia Tenggara dalam hal indeks persepsi korupsi dengan skor 17. Namun, secara perlahan indeks persepsi korupsi Indonesia meningkat.

Kita tahu juga, sosok Prabowo pernah menjadi bagian dari era Orba yang dinilai banyak melakukan praktek penyelewengan kekuasaan. Pernyataannya di atas juga tak sesuai antara pidato Prabowo yang ingin mengurangi korupsi dengan sikap Prabowo di internal partai yang membiarkan caleg Partai Gerindra berasal dari eks koruptor. 

Berdasarkan data KPU, Gerindra adalah partai politik yang paling banyak mengikutsertakan mantan narapidana korupsi dalam calon legislatif pada Pemilu 2019. 

Pernyataan Prabowo adalah fitnah yang keji, dimana penyakit korupsi Bangsa Indonesia bukan karena kegagalan Pemerintahan Jokowi, melainkan disebabkan rezim Soeharto yang mempopulerkan praktek KKN selama 32 tahun memimpin Indonesia, sehingga Soeharto pantas disebut sebagai Guru Korupsi Indonesia. 

Perilaku tersebut kemungkinan sudah menjadi budaya yang diajarkan kepada Prabowo sebagai bagian dari rezim Orba yang mendapatkan keistimewaan sebagai menantu Soeharto. 

Jadi, bagi Prabowo jangan lupa diri. Anda termasuk bagian dari sistem politik paling korup yang pernah terjadi di Indonesia. Sekarang malah sok-sok an merasa paling suci dan anti-korupsi.

No comments:

Post a Comment