Tuding Cendana sebagai Dalang, Mahasiswa se-Indonesia Kutuk Aksi Kerusuhan 22 Mei
Baru-baru ini, sejumlah mahasiswa yang berasal dari sembilan kampus di wilayah DKI Jakarta dan kampus di 25 kota lain di Indonesia menyampaikan keprihatinan mendalam atas tragedi unjuk rasa yang berujung kerusuhan 21-22 Mei lalu.
Hal ini sebagaimana disampaikan oleh Juru Bicara Organisasi Kemahasiswaan Intra Kampus se-Indonesia, Jeprie Nadapdap di Jakarta, pada Kamis (23/5/2019).
Selain mengutuk aksi kerusuhan tersebut, mereka juga menilai bahwa kerusuhan tersebut didalangi oleh keluarga Cendana. Sebab, pernyataan Titiek Soeharto sebagaimana disampaikan di dalam video yang viral di media sosial, bahwa aksi akan berlangsung damai ternyata tidak terbukti.
Hal ini menguatkan dugaan, bahwa aksi damai yang diserukan politisi Cendana itu hanya kamuflase belaka
Namun yang lebih miris adalah bahwa kejadian kerusuhan itu telah menghapus citra masyarakat Indonesia yang dikenal ramah dan santun oleh masyarakat dunia.
Kita tentu saja sependapat dengan pandangan para mahasiswa di atas. Aksi kerusuhan karena kekalahan dalam Pemilu merupakan perbuatan yang tak dibenarkan, baik dari agama, hukum dan etika.
Hal itu hanya menunjukan sikap tidak dewasa dari kubu Prabowo-Sandi. Mereka hanya mau menang saja, tetapi tak siap untuk kalah. Ini bukanlah sikap seorang ksatria dan demokrat sejati.
Mari kita akhiri ketegangan pasca Pemilu ini. Terlepas siapapun yang menang, mari tanggalkan dukungan kepada para capres masing-masing dan mulai bergerak ke tengah meneguhkan persatuan Indonesia.
Mari kita galang kembali kerukunan, persatuan dan kesatuan. Keutuhan NKRI jauh lebih penting dibandingkan segenggam kekuasaan.
Tak perlu lagi kita jadikan kekerasan dan kerusuhan sebagai jalan keluar dari polemik politik. Stop! Para elit, ayo berdewasalah!

No comments:
Post a Comment